Panduan Exchange

Cara Menggunakan Exchange Bitmex

Bitmex adalah exchange margin trading cryptocurrency terbesar di Dunia. Jika anda ingin trading menggunakan margin, maka Bitmex menjadi salah satu pilihan utama.

Sebelum memulai, Anda harus memahami apa itu margin trading dan cara menggunakannya. Silahkan klik disini jika anda belum mengerti.

Pada tulisan ini saya buat panduan cara menggunakan Exchange Bitmex untuk margin trading,

Mendaftar di Bitmex

Silahkan klik disini untuk membuka akun Bitmex, Isikan formulir pendaftaran halaman tersebut seperti pada umumnya.

Setelah mendaftar, Anda akan diarahkan ke platform trading.

Di Bitmex ada beberapa pasangan aset yang bisa di trading seperti Bitcoin, Cardano, Bitcoin Cash, Ethereum dll. Anda bisa melihat pada bagian atas platform mereka.

Pasangan yang paling banyak di trading adalah BTC/USD

Deposit ke Akun Bitmex

Tidak seperti exchange pada umumnya dimana anda bisa memiliki saldo ETH, USD, IDR dan lainnya dalam satu akun. Di Bitmex hanya bisa BTC, dan deposit juga hanya bisa menggunakan BTC.

Panduan memulai trading di Bitmex

Langkah 1 – Memilih jenis kontrak

Secara umum di Bitmex ada 4 jenis kotrak.

Lihat pada gambar diatas ada nomor 1 sampai 4, dibawa ini adalah keterangannya.

1. Propetual

Propetual adalah kontrak yang tidak memiliki waktu expired. Jadi artinya anda bisa membuka posisi selama yang Anda mau, dan ini adalah jenis trading yang paling banyak digunakan.

2. UP

Pada kontrak ini, Anda memilih harga bitcoin akan naik dan melewati harga strike saat kontrak expired. Jika ternyata saat expired harga bitcoin melewati harga strike maka anda akan mendapatkan keuntungan.

3. Down

Pada kontrak ini, Anda memilih harga bitcoin akan turun dan melewati harga strike saat kontrak expired. Jika ternyata saat expired harga bitcoin turun dan melewati harga strike maka anda akan mendapatkan keuntungan.

Jenis UP dan Down ini adalah Opsi digital seperti di IQ Option. Jika anda pernah trading di IQ Option, saya yakin pasti paham apa itu strike dan waktu expired.

4. Kontrak dengan waktu Expiry

Jenis kontrak yang ke-4 ini mirip dengan kontrak propetual pertama diatas, bedanya adalah disini ada waktu expired atau kadaluwarsa kontraknya. Artinya ketika kontrak sudah expired maka posisi anda di likuidasi dan keuntungan/kerugian dihitung.

Dalam panduan ini kita akan memilih jenis porpetual

Langkah -2 Memilih Jenis Order

Limit

Limit berfungsi untuk membuat order membuka posisi pada harga yang anda pasang sendiri. Ini Sering disebut Pending Order.

Jadi misalnya harga bitcoin saat ini $6000, dan anda ingin membeli pada harga $5800 maka anda harus menggunakan pending order, nanti saat harga bitcoin turun ke $5800, order anda akan otomatis di eksekusi oleh ssitem.

Market

Market berfungsi membuka posisi langsung pada harga real time saat ini. Jadi order anda akan langsung di eksekusi sesuai harga tertinggi di order book.

Stop Market

Stop market berfungsi seperti limit order, bedanya adalah order anda akan masuk ke order book hanya saat harga berada di harga stop market yang anda pasang. Jadi bisa dibilang double pending order.

Fitur ini biasanya digunakan orang-orang yang tidak ingin jumlah ordernya dilihat oleh orang lain.

Dalam panduan ini kita akan memilih market karena ingin order langsung di eksekusi pada harga saat ini.

Langkah 3 – Memilih Buy atau Sell

Buy/Long

Jika anda beranggapan harga aset akan naik maka pilih Buy

Sell/Short

Jika anda beranggapan harga bitcoin akan turun maka pilih Sell

Pada gambar diatas, Anda bisa lihat Order Value = 10 BTC dengan Cost 1 BTC. Artinya adalah saya membeli 10 BTC dengan modal 1 BTC, ini bisa terjadi karena saya menggunakan Leverage, lihat dibawah tentang leverage

Langkah 4 – Memilih Leverage

Leverage adalah pinjaman yang diberikan oleh platform.

 

Jika anda deposit ke bitmex 1 BTC dan menggunakan leverage x10, Anda bisa membeli 10 BTC. Artinya jika harga BTC naik misalnya dari $6000 menjadi $8000 maka keuntungan anda bukan $2000 tetapi $20000, karena anda tadi membeli 10 BTC.

Sebaliknya jika harga BTC turun dari $6000 ke $5400 maka anda rugi 1 BTC dan posisi anda di likuidasi lalu pinjaman di kembalikan ke platform. Sekali lagi anda harus mengingat pada contoh ini anda memegang 10 BTC jadi saat harga BTC turun dari $6000 ke $5400 ( turun $600) maka posisi anda nilainya turun 600 X 10 yaitu $6000.

Langkah 5 – Menutup Posisi

Ada dua alasan untuk menutup posisi

  • Saat anda ingin mengamankan profit
  • Saat anda ingin menutup kerugian karena tidak ingin semakin rugi

Setelah kita membuka posisi Buy atau Sell, nanti setelah profit, kita harus menutup posisi untuk mengamankan keuntungan.

Setelah menutup posisi, maka modal kita yang 1 BTC akan kembali ke saldo kita, lalu keuntungan juga akan masuk ke saldo kita (masuk dalam aset BTC). Dan yang dipinjam menggunakan leverage 9 BTC tadi akan kembali ke platform atau lender.

Jika Anda bingung dengan penjelasan saya diatas, silahkan baca cerita dibawah ini.

Saya punya uang Rp 500.000, lalu saya ingin membeli Emas karena saya yakin besok harganya naik. Harga emas saat ini adalah 500 ribu per gram. Karena saya hanya punya uang 500 ribu maka saya hanya bisa membeli emas 1 gram saja. Lalu saya putuskan meminjam uang dari Anda sebesar 4.500.000, dan sekarang uang saya jumlahnya 5 juta. Dengan demikian saya bisa membeli 10 gram emas.

Ke-esokan harinya, harga emas naik menjadi 550 ribu per gram. Berarti nilai aset saya sekarang adalah 5.500.000 rupiah perhitungannya karena semalam saya beli emas 10 gram. Lalu saya putuskan menjual emas tersebut (dalam trading ini disebut dengan menutup posisi). Setelah emas saya jual, saya pulangkan uang yang saya pinjam dari Anda 4.500.000, dan sisanya 1 juta rupiah saya simpan. Dengan demikian keuntungan saya adalah 500.000 dengan modal 500.00 rupiah. Pinjaman yang anda berikan dalam trading disebut dengan Leverage.

Bagaimana jika harga emas ternyata turun?

Katakanlah semalam saya beli 10 gram emas dengan harga 500 ribu per gram, ternyata besoknya harga emas turun menjadi 450.000 per gram, maka saya putuskan menjual emas saya, dan saya dapat dana 4.500.000. Dana itu saya kembalikan ke Anda karena itu memang uang Anda yang saya pinjam.

Cara kerjanya mirip, hanya saja dalam trading semua di lakukan otomatis oleh software dan sudah ada algoritma manajemen risiko yang otomatis menjual aset ketika nilainya sudah dibawah margin utama.

Dalam trading, leverage itu disediakan otomatis oleh lender, lender ini bisa exchange itu sendiri, market maker dan sesama trader. Saat harga aset berlawanan dengan prediksi kita sampai batas tertentu maka exchange/broker akan otomatis menutup posisi yang kita buka untuk mengamankan dana lender ini. Dalam trading hal ini disebut dengan Margin call.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button