BitcoinPanduan Pemula

Sejarah Awal Mula Lahirnya Bitcoin Hingga Sekarang

Anda pasti pernah mendengar tentang Bitcoin? Saat ini Bitcoin menjadi salah satu metode pembayaran sekaligus instrumen investasi yang populer di seluruh dunia. Semua ramai membicarakan kenyamanan dan keamanan menggunakan mata uang kripto ini tetapi siapa sebenarnya yang berjasa dibalik Bitcoin dan bagaimana perkembangannya saat ini?

Satoshi Nakamoto – Penemu Bitcoin yang masih menjadi misteri

Menurut data, domain Bitcoin.org didaftarkan secara resmi oleh seseorang bernama Satoshi Nakamoto pada tahun 2008 dengan deskripsi, “Bitcoin – A peer-to-peer electronic cash system.” Banyak spekulasi tentang pendiri Bitcoin dan banyak pula yang percaya bahwa Bitcoin diciptakan oleh sekelompok programmer alih-alih hanya satu individu saja.

Transaksi pertama Bitcoin dilakukan oleh Satoshi pada tahun 2009 sebagai bentuk uji coba dengan mengirimkan 10 BTC kepada Hal Finney. Tak lama setelahnya, New Liberty Standard untuk pertama kalinya menetapkan rate standar penukaran Bitcoin terhadap Dollar Amerika yang waktu itu USD $1 setara dengan 2300,03 BTC.

Meski tidak ada yang tahu siapa sebenarnya Satoshi Nakamoto, namun publik berasumsi bahwa Satoshi hanyalah nama samaran karena sampai sekarang tidak jelas batang hidungnya dan akunnya pun sudah tidak aktif.

Di tahun 2016, seorang berkebangsaan Australia, Craig Wright, menggemparkan publik dengan pengakuannya sebagai Satoshi Nakamoto. Namun banyak yang menganggap pengakuan Craig hanyalah hoax dan tidak berdasar. Malah kini muncul sosok baru Dave Kleiman yang mengaku ikut terlibat dalam penambangan Bitcoin sejak awal dan menginginkan pengakuan dari Craig.

Terlepas dari sang pencipta yang menjadi misteri, Satoshi (atau tim Satoshi?) telah mewariskan sebuah teknologi yang sangat penting dan merubah dunia finansial secara besar-besaran.

Bagaimana tidak? Anda tentu bisa membayangkan tingginya keamanan bertransaksi bitcoin kalau identitas user-nya saja tidak bisa diketahui? Privasi menjadi sebuah nilai penting dalam transaksi Bitcoin! Hanya si empu-nya yang punya otoritas untuk mengendalikan data pribadi beserta saldonya.

Pertama kalinya Bitcoin digunakan untuk membeli Pizza

Bitcoin pertama kali digunakan untuk membeli Pizza di tahun 2010 setelah programmer Laszlo Hanyecz menerima tawaran di forum Bitcointalk untuk menukar Bitcoin-nya dengan dua loyang pizza. Momen bersejarah ini menjadi titik awal penggunaan Bitcoin sebagai mata uang untuk jual beli barang.

Ya, secara singkat, mata uang Bitcoin ini mirip dengan uang tunai yang ada di dalam dompet Anda. Anda punya kontrol penuh atas uang tersebut, apakah mau diberikan kepada pihak lain atau disimpan sendiri. Dan untuk memberikan pada orang lain pun, tidak perlu ada pihak ketiga yang menjadi perantara (seperti Paypal misalnya). Uang kertas yang Anda miliki digunakan untuk transaksi tunai sementara Bitcoin digunakan dalam transaksi online.

Bitcoin menggunakan rumus matematis sehingga nama dan alamat user hanya berupa karakter semi numerik sepanjang 33 karakter. Satu orang user dapat memiliki banyak alamat Bitcoin.

Untuk memahami lebih lanjut tentang cara kerja Bitcoin, Anda dapat membaca artikel Apa itu Bitcoin – Penjelasan Lengkap Untuk Pemula

Bitcoin yang kian merajalela

Di luar negeri, penggunaan Bitcoin sudah kian marak dan memasuki aliran mainstream. Sebut saja Shopify – platform e-commerce asal Amerika ini menerima pembayaran dengan Bitcoin sejak tahun 2013. Perusahaan raksasa Dell juga termasuk salah satu yang dari awal men-support keberadaan Bitcoin dengan mengijinkan konsumen membayar memakai mata uang digital ini. Menurut Dell, banyak dari konsumennya lebih memilih Bitcoin karena tidak ada biaya transaksi tambahan yang bisa memakan 2 sampai 3 persen dari total pembelian. Hal ini membuat Dell juga semakin diuntungkan dari segi pendapatan.

Pengembang software sekelas Microsoft pun memperbolehkan penggunanya memakai opsi ´Membayar dengan Bitcoin´ untuk membeli film, games dan aplikasi berbayar yang ada di Microsoft. Beberapa perusahaan ternama seperti Overstock dan Expedia juga menerima Bitcoin sebagai alat bayar yang valid.

Bitcoin di Indonesia

Awalnya Bitcoin tidak diakui sebagai mata uang di Indonesia. Otoritas Bank Indonesia pada tahun 2017 pernah mengeluarkan statement bahwa Bitcoin bukan alat pembayaran yang sah karena dikaitkan dengan keamanan, penipuan dan bentuk kejahatan lain yang mungkin dilakukan dengan alat pembayaran semacam ini. Tentu saja, alasan ini cukup berdasar karena dikutip dari BBC, di tahun 2014, seorang mahasiswa tertangkap membeli narkoba secara online dari Meksiko, dan menggunakan Bitcoin sebagai pembayaran.

Meski begitu, Bloomberg mencatat jumlah anggota dalam bursa Bitcoin yang cukup signifikan di negeri ini. Tidak tanggung-tanggung, member mencapai lebih dari 1 juta orang di tahun 2018 dengan nilai transaksi hingga 100 M per harinya.

Kini Bitcoin tak hanya sebagai mata uang saja tetapi juga dianggap sebagai komoditas – sebuah asset digital yang bisa diperdagangkan. Di Indonesia sendiri, Bitcoin baru resmi diperdagangkan tahun 2019 dengan diterbitkannya peraturan oleh Bappeti yang akan melandasi aturan hukum jual beli Bitcoin di busa berjangka.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button